Tabela on thinktripper.com

Selepas lulus kuliah di pertengahan tahun 2015, saya langsung bergegas kembali ke Jakarta untuk menyambut realita yang tidak sesuai dengan ekspektasi. kenapa tidak sesuai dengan ekspektasi ? karena saya sontak langsung menjabat sebuah gelar yang diberikan realita. Tidak lama selepas dinyatakan lulus saya langsung ada panggilan seleksi menjadi pegawai dan… gagal :)) (malah ketawa sekarang kalo ketemu kegagalan). Sontak meninggalkan Purwokerto bukan perkara mudah, mengingat kota tersebut saya nobatkan sebagai rumah kedua saya selain Jakarta. terlalu banyak kisah manis disana. Ciee…

Sebelum kembali ke Jakarta sempat ditawarkan oleh orang tua untuk break sejenak dan menikmati liburan singkat. Tapi saya menolak karena kepancing dengan realita harus segera mendapat pekerjaan. eh. yang di tunggu gak kunjung datang. Setelah kurang lebih 6 bulan penat menghampiri dan saya benar benar rindu Purwokerto. akhirnya saya kembali kesana tapi hanya untuk urusan organisasi tapi sempat ketemu temen temen dalam keadaan masih kere hore dan itu pun tidak lama hanya 3 hari kalau tidak salah. haha buat tiket kereta dan jajan masih minta sama orang tua hahah

Singkat cerita berkat media sosial, perkembangan tempat tempat wisata baru di Purwokerto cepat sekali untuk terekspose dan ini yang membuat saya menyesal ngapain aja dulu selama empat tahun disana tidak mengeksplore tempat tempat wisata disana. bisa dibilang Purwokerto juga salah satu daerah yang memiliki banyak curug menarik nan segar untuk didatangi. dulu sering mendatangi beberapa curug tapi ya beneran untuk main air, tidak minat untuk foto foto menarik.

“yah berarti ini ceritanya soal curug dong ?” kalo ada yang nanya ini, tentu akan saya jawab “TIDAK!, bukan curug. tapi WATERFALL.” (*krik)

“kok kasar sih lu ngomong (*krik)?” itu gak kasar, yang kasar “kirik”. hahaha. buat yang ngerti aja.

Adipati Dolken dari belakang

 

*******************************

Jakarta, 10 April 2017

“gue cuti ya ?” tanyaku dengan salah satu rekan kerja. di hari senin pagi yang cukup lenggang

“Cuti ? mau kemana lo ?”

“mau ngambil legalisir ijazah di kampus, sekalian liburan, mumpung ada tanggal merah hari jumat ini” balasku singkat dan taktis

“cuti hari apa ? yaudah lo bilang aja ke atasan nanti gue yang tanda tangan buat gantiin”, balas teman saya dengan penuh kerjasama.

“hari kamis kok, sehari doang, gue berangkat rabu malam, naik kereta ke Purwokerto”

Setelah mendapat kepastian akhirnya saya langsung berburu tiket kereta dan berangkat ke Purwokerto pada rabu malam. kali ini beneran buat liburan. dan saya langsung mengajukan sejumlah tempat yang memang berseliweran di media sosial dan saya ingin datangi ke beberapa teman saya yang memang masih tinggal di sana untuk menyelesaikan tugas akhir mereka. at least ada tempat bobok gratis. gak perlu reservasi hotel. (*status doang udah kerja, kere hore masih)

Purwokerto tidak pernah berubah, dinginnya udara malam masih tetap sama ketika pertama kali saya menetap di kota ini, saya kebetulan sampai disana dini hari sekitar pukul 3 malam. dan langsung di jempuit oleh dua orang teman baik saya dipta dan adul. yap. kami pernah tinggal seatap dan sepiring gado gado untuk saya sendiri dan mereka bagi dua. hehe.

Pada hari kamis tidak banyak aktivitas yang saya lakukan hanya menikmati makanan yang ramah kantong namun bisa sangat diterima di mulut dan perut. dan menyempatkan diri untuk sharing ke beberapa teman teman di organisasi mengenai karya tulis ilmiah. *mantanaktivistempe* dan tentunya bertemu teman teman dan dosen yang pernah mengajar setelah kurang lebih satu tahun tidak menampakkan wajah disana. pamit pun tidak. *mahasiswakurangajar*

baru pada hari Jum’at, saya mulai bergerilya untuk menyambangi tempat tempat yang saya ajukan ke teman saya dan tempat pertama yang saya kunjungi adalah Curug Tabela (entah ini nama yang sesungguhnya atau tidak) tapi, siapa peduli ? saya sudah rindu untuk menghirup udara bersih, gemericik curug dan kesegaran air yang haqiqi.

Keluar masuk hutan
Ada Bedeng, entah kandang kambing atau tempat berteduh

letak curug ini, seperti biasa, di daerah Baturraden 30 menit dari kampus Jenderal. sangking menikmati alam dan pemandangan saya malah tidak sempat untuk mengabadikannya di lensa saya. hanya di otak saja terbayang. jalanan ke curug ini bisa terbilang cukup rumit karena letaknya seperti disembunyikan dari khalayak umum. kayanya bila kesini bukan sama orang asli daerah sini atau paling tidak pernah ke Curug Tabela ini pasti sulit untuk menemukannya. selain sulit karena masuk kedalam gang gang perumahan saya agak sedikit terkejut ketika mengetahui Curug ini ada dibelakang rumah warga, bahkan kami pun parkir motor di rumah warga. lalu melaukan tracking sekitar 15 menit turun kebawah untuk dapat menikmati curug ini.

Curug Tabelanya, gue touch warna aslinya ijo
Warna aslinya

sesampainya disana saya langsung memburu beberapa foto dan sangat menikmati lingkungan di sekitar curug ini. Purwokerto memang bukan tujuan utama wisata, jadi walaupun pada saat itu Long weekend jadi masih saja sepi. saya dan teman teman saya pun ya hanya kami yang berada disana, mau ngapain juga gak akan ada yang peduli. apalagi tempatnya kaya tersembunyi.

disini saya seperti meditasi, apalagi sih yang bisa dinikmati di alam terbuka selain alunan musik yang diciptakan oleh ekosistem tersebut ? daun hijau, udara bersih, kicau burung, gemericik air, kokohnya batu dan beberapa obrolan receh guna menertawai hidup yang kadang kelewat lucu dan memusingkan.

Adem ya, kapan kesini ?
Another view

Pengen mandi gak sih lu?

puas menikmati momen tersebut dan mengingat pada hari itu hari jum’at saya dan teman teman langsung bergegas kembali ke pusat kota dan istirahat sejenak untuk makan siang dan mengeringkan pakaian di jalan karena basah ketika dicurug dan salah satu hal bodohnya adalah kami tidak ada yang bawa baju atau celana untuk ganti padahal kami sadar bahwa kami akan main ke curug.

selepas dari curug Tabela niatnya kami mau langsung melanjutkan perjalanan ke curug jenggala. tapi salah seorang teman kami berkata tracknya agak sedikit sulit juga, kami harus melakukan tracking sekitar 30 menit dari tempat terakhir kami memarkirkan motor. memang dasar saya saja yang sudah lama tidak olahraga dan perut yang mengembung. kaki saya pegal pegal semua padahal baru satu curug yang kami datangi. akhirnya kami sepakat untuk melanjutkan perjalanan itu esok hari, berharap esok cerah

Adipati Dolken, pulang dulu ya…

akhirnya selepas makan dan solat jumat kami sepakat untuk kembali ke kosan dan menghabiskan hari itu dengan  berdiskusi mengenai hidup kami masing masing dan bertemu lagi dengan teman teman yang baru bisa bertemu pada malam harinya.

Purwokerto selalu menyenangkan buat saya, esok harinya saya akan mengunjungi curug Jenggala dan curug Bayan secara bersamaan. tapi akan saya akan bagikan pada tulisan selanjutnya. jadi… tunggu saja ya.

sekian cerita saya dari Curug Tabela, apabila kau berjalan dan kita berpapasan. saling tegur sapa saya pikir akan menyenagkan.

Cheers,

Rifqi Mochtar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *