Ada cerita menarik di weekend saya kali ini. Sejak pagi memang udara sangat membuat malas untuk beraktifitas. Karena cuaca Jakarta hari ini cukup ragu. Dbilang panas tidak, dibilang hujan tidak. Namun ada rintik rintik kecil air turun membasahi semenjak pagi. Walhasil saya tidak memiliki keinginan untuk beraktifitas diluar rumah mengingat bahan foto untuk tulisan juga sudah menumpuk dan saya akhirnya memutuskan untuk memilah mana foto yang kira kira cocok untuk beberapa cerita yang belum saya tuliskan di catatan perjalanan saya.

Sejak pagi saya hanya sibuk untuk melihat youtube dan mulai belajar beberapa tutorial untuk mewarnai foto, tapi selama beberapa kali focus saya teralihkan untuk melihat beberapa reaksi atas kebijakan platform youtube mengenai monetisasi untuk video yang dimiliki oleh para conten creator ini. Singkat cerita saya sudah selesai untuk merapihkan file foto saya dan ingin menuliskan artikel untuk blog saya entah itu cerita perjalanan atau review hotel yang sudah saya rencanakan.

Beberapa jam berlalu dan saya tetap tidak memiliki mood untuk menulis cerita cerita saya, seperti hanya akan menjadi sebuah wacana untuk menulis artikel. Saya tidak mau weekend yang berharga ini terbuang sia sia, kursor saya malah menuju sebuah aplikasi untuk mewarnai foto. Sebut saja adobe lightroom. Dan saya mulai mengererjakan dan mencari beberapa tone untuk foto foto saya, tujuannya sih sederhana agar tidak buang buang waktu aja dalam mengedit foto. Jadi tinggal pake preset habis itu selesai, tidak terlalu pusing dan membuang buang waktu untuk mencari tone.

Saya selalu tertarik melihat tone Instagram orang lain yang memiliki warna yang seragam, entah berapa lama saya mencari cara untuk seperti mereka namun berakhir pada kenyataan bahwa saya tidak bisa seperti mereka.

Setelah beberapa kali melakukan trial error, saya menemukan tone yang cukup sesuai untuk beberapa foto saya. Seperti folk ala ala gitu. Kebetulan saya memang memiliki banyak stok foto di curug (air terjun mini) atau hutan yang di dominasi warna hijau. Akhirnya saya menemukan dua tone (orange dan hijau) yang saya rasa cocok untuk tema tersebut.  Saya mewarnai foto foto tersebut dalam jumlah yang cukup banyak hanya dengan dua warna itu. Tujuannya sih satu, agar konsisten saja dan enak dilihat.

Tapi merasa aneh ketika saya selesai mewarnai foto foto tersebut. Saya tidak bahagia melihat hasilnya. Padahal cukup konsisten warnanya. Saya memutuskan untuk break sejenak. melakukan pekerjaan lain sambil cari inspirasi. Berikut beberapa foto yang saya edit dan warnai.

Sawah ketika menyusuri jalan menuju Curug Jenggala, Purwokerto.
Anak – Anak Bermain Di Curug Bayan, Purwokerto.
Kumpulan Batu Ketika Menuju Curug Jenggala
Pencari Kayu di Perjalanan Curug Jenggala, Purwokerto
Perjalanan Menuju Curug Batu Ampar Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bogor
Magnificent Curug Jenggala, Purwokerto

Akhirnya ditengah kebuntuan itu saya menyadari satu hal bahwa, biarkan saja foto itu apa adanya, bila ingin mempercantik beberapa bagian foto kita tidak perlu merubah semua bagian. Cukup rubah beberapa bagian penting saja agar tidak merubah keindahan aslinya. Dan kayanya memang di takdirkan untuk tidak bisa konsisten mengelola feed Instagram. Hahaha…

Sepanjang nulis ini juga saya menyadari sesuatu sih, “is that really matter to have a good feed on ur Instagram account?” jadi malu sendiri buat jawabnya. Kayanya memang menjadi diri sendiri itu adalah cara terbaik untuk berkarya. Namanya kreatifitas memang tidak ditiru karena orang terlahir dengan berbeda beda bentuk dan ciptaan, yang penting lagi adalah jangan berhenti untuk berkarya, sekecil apapun progressnya.

Sampai artikel ini di tulis cuaca Jakarta masih abu abua. Penuh ragu. Artikel yang telah di targetkan di pagi hari sepertinya hanya menjadi buaian belaka. entah bagaimana nasibnya.

But hey ! Look !

Malah saya baru saja menyelesaikan artikel ini atas kegundahan saya terhadap sesuatu hal. Sesimpel tidak happy dengan hasil pekerjaan saya. Dan saya malah happy berhasil menulis satu cerita untuk blog saya. Hahahahaha !

Cheers,

Rifqi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *