Harta yang paling berharga adalah EMAS ! hehehe…

Iya, iya. Bukan begitu lagunya.

“Harta yang paling berharga adalah keluarga, istana yang paling indah adalah keluarga Puisi yang paling bermakna adalah keluarga, Mutiara tiada tara adalah keluarga.”

Itu merupakan sebuah kutipan lagu film dari “Keluarga Cemara” tahun 1996. Bila disamakan dengan usia manusia film tersebut merupakan generasi millennials yang saat ini berusia kurang lebih 21 tahun. Lalu pertanyaannya mengapa harus selalu keluarga?

Thinktripper.com - Villa Gadog, Puncak Bogor
Gerbang Masuk – Villa Gadog
Thinktripper.com - Villa Gadog
Halaman Parkir Mobil Villa Gadog

Oke, sebagai seorang manusia kita tidak bisa memilih untuk lahir dari keluarga mana, tapi beruntungnya saya terlahir dari keluarga yang masih menjunjung tinggi beberapa nilai penting seperti gotong royong, kebersamaan dan kekeluargaan. Ditengah era yang serba digital dan kemudahan terhadap akses komunikasi, tentu bukan hal sulit bagi kami untuk selalu terhubung, tapi bagi saya pribadi ada hal hal yang memang tidak bisa digantikan dengan teknologi, apalagi yang menyangkut soal rasa dan ikatan.

Sejak tahun 2006, keluarga besar saya rutin untuk mengadakan family gathering setiap tahunnya. Kurang lebih sekitar 60an kepala hadir dalam acara tersebut, memang tidak lama paling hanya 2-3 hari namun saya rasa itu sudah lebih dari cukup setelah selama setahun mengejar target pribadi, bisa beristirahat sejenak seraya melepas rindu berbagi tawa, ejek dan cerita merupakan hal yang tak ternilai dalam hidup.

Awal bulan desember tepatnya tanggal 1-3 desember 2017 saya beserta keluarga besar mengadakan family gathering di salah satu villa di kawasan puncak, bogor. Tidak sampai ke puncaknya sih, mungkin untuk sampai puncak pass butuh sekitar 15-30 menit. Tapi udara masih cukup sejuk dan semilir angin masih cukup untuk membuat malas beraktifias selain makan-tidur-ngobrol-makan-tidur lagi.

Thinktripper.com - Villa Gadog, Puncak Bogor
Halaman Bermain – Villa Gadog
Thinktripper.com - Villa Gadog, Puncak Bogor
Ruang Tamu – Villa Gadog
Thinktripper.com - Villa Gadog, Puncak Bogor
Ruang Makan – Villa Gadog
Thinktripper.com - Villa Gadog, Puncak Bogor
Ruang Baca – Villa Gadog
Thinktripper.com - Villa Gadog, Puncak Bogor
Ruang Keluarga – Villa Gadog

Tanggal 1 Desember kebetulan tanggal merah sehingga aktifitas rutin saya sebagai pekerja 9 to 5 terhenti. Hore. Dari pagi aktifitas saya dirumah hanya melanjutkan mewarnai kamar saya agar tidak terlihat seperti sarang penyamun. Tiba tiba bapake memberi kepastian bahwa kami akan berangkat lebih dulu ke villa kembar pada malam hari jum’at itu, menghindari lalu lintas agar tidak macet karena long weekend. Selepas sore hari, saya mulai berbegas menyiapkan barang bawaan. tidak terlalu banyak.

Tepat pukul 9 saya dan keluarga berangkat menuju villa kembar yang berlokasi di cisarua bogor. kebetulan beberapa keluarga lainnya ada yang sudah sampai lebih dulu disana. ada juga yang berangkat sabtu pagi hari, siang, bahkan malam hari. sepanjang jalan tol jagorawi, diluar dugaan ternyata tidak macet, entah karena memang sudah usai high trafficnya atau memang belum dimulai. tapi yasudahlah bersyukur karena jalan cukup bersahabat malam itu. kami hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam dari jakarta untuk sampai di villa tersebut.

karena malam sudah cukup larut, sesampainya disana saya hanya mengutak atik kamera dan berbincang renyah sebentar. cuaca daerah bogor memang tidak menentu belakangan ini, terpaan angin kencang menyelimuti malam dan saya pun tak sadar sudah berselimut dan terlelap.

—————

*Duuuuuuar* suara kencang dari pintu kamar yang tak sengaja tertutup sontak membuat saya terbangun. tak seberapa lama angin kencang bergemuruh diluar. saya buka jendela ternyata masih cukup gelap tapi beberapa orang sudah mulai beraktifitas. sontak saya melihat jam di handphone yang ternyata menunjukan pukul setengah 6 pagi. jadi wajar masih gelap. tapi alih alih melanjutkan tidur, saya malah cukup excited untuk mulai beraktifitas.

karena ketika turun ke lantai bawah yang ramai terlebih dahulu dapur maka saya langsung menghampiri dan tak lupa untuk sekedar menyeduh kopi dan mengambil beberapa risoles guna menikmati mentari pagi. saya masih mengenakan sarung langsung ngeluyur ke balkon dan duduk menikmati udara pagi yang cukup dingin namun menenangkan. beberapa keluarga terus menerus berdatangan bagai gelombang, hampir setiap setengah jam sekali ada mobil yang datang membawa rekah senyum dan rindu yang bahagia.

seperti rumah, pulang adalah yang selalu dirindukan

seperti rumah, keluarga adalah tempat terbaik untuk menepi

tak terasa waktu bergulir cukup cepat dan matahari sudah tepat diatas kepala, sejenak aktifitas untuk main berhenti dan dilanjutkan untuk makan bersama keluarga. walaupun dengan lauk sederhana tetap saja, kurang dari setengah jam sudah ludes. sambal yang disajikan cukup menjadi “most valueable food”. selain berbincang hal receh memang hal terbaik yang dilakukan setelah makan siang adalah tidur siang… hahaha pokoknya isi 2 hari itu super-duper santai banget dan saya cukup menikmati momen tersebut.

masalah pekerjaan, cicilan rumah, travelling, sampai masalah pernikahan juga menjadi topik yang sering bergulir untuk dibicarakan. sejenak saya bertanya dalam diri apakah sudah setua itu? haha padahal masih 23 tahun. tapi mendengarkan dan terlibat dalam obrolan tersebut cukup membuka mata untuk kesiapan hidup kedepannya. terutama masalah jalan jalan ! agar bisa lebih sering dan gak cuma itu itu aja. mungkin bisa dijadikan wishlist. diantara semuannya ternyata sama saja sebenarnya tidak ada yang tidak memiliki masalah dalam kehidupannya. tapi cara menyikapinya saja yang berbeda dan berbagi cerita bisa membuat sata aware terhadap hal hal yang sebelumnya saya anggap remeh. mengingat saya baru saja mengambil keputusan yang cukup besar dalam hidup saya untuk keluar dari kantor.

Thinktripper.com - Villa Gadog, Puncak Bogor
Halaman Bermain – Villa Gadog
Thinktripper.com - Villa Gadog, Puncak Bogor
Pool – Villa Gadog
Thinktripper.com - Villa Gadog, Puncak Bogor
Pool – Villa Gadog
Thinktripper.com - Villa Gadog, Puncak Bogor
Room – Villa Gadog
Thinktripper.com - Villa Gadog, Puncak Bogor
Free Room – Villa Gadog
Thinktripper.com - Villa Gadog, Puncak Bogor
Family – Villa Gadog
Thinktripper.com - Villa Gadog, Puncak Bogor
Prasmanan Food – Villa Gadog
Thinktripper.com - Villa Gadog, Puncak Bogor
Family – Villa Gadog

“abis makan malam keluar yuk? ke atas gitu, makan jagung bakar” seru ami yang baru sampai pukul tiga sore karena ada kerjaan di kantor. tak pakai pikir panjang saya langsung mengiyakan ajakan tersebut dengan beberapa saudara lainnya.

tak terasa senja menyapa dengan indah, hamparan langit oranye berpendar membius mata yang dalam beberapa bulan hanya dicekoki layar kotak. selepas ibadah magrib kami makan malam dan berkumpul di aula untuk bertukar pendapat mengenai apa saja yang telah kami lewati sebagai keluarga dan harapan untuk kedepan yang lebih baik. acara berlangsung dengan hikmat. memang ada hal yang hampa ketika kami mulai mengingat tentang buyut saya, neneknya ibu saya, ibunya nenek saya. yang telah berpulang kurang lebih sekitar dua tahun lalu. kami sudah terbagi kedalam beberapa generasi, kalu tidak salah saya sudah masuk kedalam generasi keempat dan apa yang diharapkan oleh para tetua di keluarga kami adalah ya nilai-nilai yang sudah diwariskan jangan sampai pudar atau bahkan hilang, agar hubungan ini terus berlangsung ke anak cucu dan bonding kami sebagai keluarga terus mengakar.

Thinktripper.com - Villa Gadog, Puncak Bogor
View – Villa Gadog
Thinktripper.com - Villa Gadog, Puncak Bogor
View – Villa Gadog
Thinktripper.com - Villa Gadog, Puncak Bogor
View – Villa Gadog
Thinktripper.com - Villa Gadog, Puncak Bogor
View – Villa Gadog

tepat pukul sepuluh malam kami langsung menuju puncak pass guna menghabiskan malam disana. walaupun jalannya tidak begitu jauh tapi karena long weekend jalanan menjadi cukup padat dan memakan waktu untuk menuju tempat tersebut. Sesampainya disana udara lumayan dingin berangin dan langit bogor pada hari itu sedang cerah. Segelas kopi dan beberapa kudapan seperit jagung bakar atau indomie menjadi pilihan favorit untuk disantap. Tak berapa lama kami memutuskan untuk kembali ke villa dan beristirahat sejenak.

Esok harinya kegiatan tak jauh beda karena santai santai kaya dipantai menajadi hal yang di damba banget buat escape dari rutinitas. Selepas makan siang kami bersiap siap untuk kembali ke tempat masing – masing. saling berterima kasih dan salam salaman menjadi penutup Family cation kali ini. Berterima kasih karena telah meluangkan waktu untuk sekedar bertemu dan bercerita. Berterima kasih karena telah menyegarkan kembali rasa, menguatkan ikatan emosional atas kebutuhan akan sesama. Kita memang tidak bisa memilih dilahirkan dari keluarga mana dengan keadaan yang bagaimana. Tapi yang saya tahu kita bisa memilih untuk berada di keluarga yang seperti apa.

Jadi, Akhir Tahun 2018 kemana? Kita lihat aja akan kemana… haha

Cheers,

Rifqi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *