Thinktripper - Lifetime Journal (Tourism)

Berangkat dari sebuah permasalahan yang terjadi mengenai pengembangan pariwisata pesisir Indonesia yaitu ketika Indonesia di anugerahi kurang lebihnya 17000 pulau yang tersebar dari sabang sampai marauke. Ini juga yang menyebabkan indonesia menjadi negara yang memiliki garis pantai terpanjang ke2 di dunia. namun yang menjadi masalah adalah ketika pemanfaatan potensi tersebut justru didominasi oleh pihak luar negeri (asing) sehingga masyarakat sekitar pesisir merasa terabaikan dan dirugikan.

Pembangunan itu ibarat dua sisi mata pisau satu sisi dapat memacu pertumbuhan perkembangan namun, sisi lainnya dapat merugikan. Tinggal sisi yang sebelah mana yang memberikan manfaat lebih banyak dan pasti sudut pandang dari segala sisi sangatlah penting dalam proses pembangunan, pun dalam ranah pariwisata.

Pernahkah sekali waktu kita menyadari bahwa hotel dan fasilitas disekitar tempat wisata banyak dikelola oleh pihak asing?. “ah, kalo nunggu pemerintah bangun, mau sampai kapan ?” ada benarnya pertanyaan tersebut. Memang kita tidak bisa selalu mengandalkan pemerintah karena urusan pemerintah tidak hanya berkaitan dengan pariwisata saja. Tapi urusan pariwisata ini lebih kepada tanggung jawab kita bersama sebagai penikmat kekayaan alam. Tentunya kalian tidak maukan keindahan yang pernah kalian rasakan itu tetiba hilang dan tidak bisa di nikmati kembali ? kearifan lokal masyarakat tergerus oleh globalisasi? Padahal disaat yang bersamaan itu bisa menjadi sebuah kekayaan yang tidak terbatas.

Aku pernah mengalami tempat yang dulu begitu aku kagumi keindahannya, tiba tiba hilang setelah beberapa tahun aku mengunjunginya kembali. Banyak penyebabnya. Atau bahkan sebuah badan usaha memprivatisasi lahan yang seharusnya milik publik. Aku tidak menyalahkan siapapun atas hal ini, aku hanya ingin menyuarakan pemikiran yang kelewatan liar dengan dasar yang masih terus aku dalami, jadi kita bisa berdiskusi dan menambah wawasan, kan ? dari berbagai sudut pandang ? sehingga mendapatkan sesuatu yang disebut (win-win solution) bukan hanya untuk kita penikmat alam. Melainkan untuk mereka yang menjalankan usaha dibidang jasa wisata, tanpa melukai kearifan lokal dan yang terpenting adalah alam itu sendiri agar bisa terus kita nikmati sampai bumi ini, sudah cukup muak untuk memanjakan kita dengan keindahannya.

Yang aku ingin tahu terlebih dahulu, apa yang teman-teman harapkan untuk pariwisata Indonesia jauh kedepannya ?

Tidak ada maksud apa apa terhadap tulisan ini, hanya ingin berdiskusi menjawab keresahan di dalam diri yang masih miskin ilmu dan mendalami sebuah sudut pandang.

#berjejaktanya #peduliwisata #diskusiwisata #wonderfulIndonesia #Indonesiasurgawisata

5 thoughts on “Diskusi yuk ?. Pariwisata Indonesia”

  1. Nama pun pemanfaatan sumber daya ya (apalagi pariwisata Indonesia yang kaya banget), menurut saya sampai sekarang ini masih jadi pertanyaan yang besar banget karena berkat masalah yang satu ini muncul sistem ekonomi kapitalis dan komunis tergantung sudut pandangnya, yang satu melepas tuntas ke swasta, akibatnya ya privatisasi gila, yang satu ya diraup pemerintah sendiri, akibatnya terkesan lamban dan rawan penyelewengan. Ekstrem kiri dan kanan tidak membuat apa pun bisa tercapai.
    Makanya menurut saya yang paling pantas adalah jalan tengah, ketika semua orang satu visi misi untuk menyejahterakan semua. Di satu sisi ekonomi berkembang karena ada suntikan modal, tapi di sisi lain ada kendali untuk meratakan pembangunan dan memastikan semua warga negara mendapat bagian dari kue yang besar itu. Itu susah, sangat idealis, dan butuh waktu lama :hehe, tapi saya yakin kok kita bisa, selama niat semua orang tulus dan tidak mementingkan diri sendiri :hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *