monokrom
monokrom

Setahun belakangan ini. gue lagi menarik diri dari lingkaran pertemanan karena some of reasons. gue jarang banget ngobrol sama orang lain atau bahkan hanya sekedar menanyakan kabar mereka meskipun lewat media sosial. Mungkin ada beberapa teman yang bertanya kabar gue dan mengajak untuk sekedar jalan dan ngobrol. Tapi selepas itu ya gue balik lagi kedalam lingkaran abu-abu. Bukan maksud sombong atau apapun tapi jujur gue hanya menarik diri untuk bisa berdamai dengan semua target-target hidup gue yang melenceng. Its hard. But its the truth.

Gue orang yang suka bersosialisasi, ngobrol ini itu, dan melakukan banyak hal dengan orang lain. tapi dengan gue menarik diri dari lingkaran pertemanan untuk sesaat membuat gue membuka mata terhadap beberapa hal yang nggak gue temuin ketika gue selalu berada di lingkaran pertemanan gue. bukan berarti lingkaran pertemanan gue itu buruk. Nggak sama sekali. Malah temen temen gue ikut membentuk diri gue dengan berbagai macam pelajaran yang diberikan oleh mereka.

Gue jadi lebih menyadari bahwa pertemanan itu bukan yang ada setiap waktu, disaat kalian sedih atau senang saja pun keduanya. Tapi pertemanan itu menghormati setiap batas yang dimiliki oleh masing masing individu.

Sejatinya hidup ini adalah perjalanan. Gue gak bisa menyimpan semua memori tentang kalian satu per satu. Mungkin di beberapa momen penting aja hal itu akan melekat lengket di kepala gue. satu hal yang gue pelajari bahwa orang-orang itu datang dan pergi, kita nggak akan pernah bisa mempertahankan selamanya selain hanya kenangan yang diberikan. Cepat atau lambat kita pasti tergantikan, satu sama lain mengisi kekosongan yang telah ditinggalkan. Itu hanya masalah waktu.

Penyeselan gue satu satunya adalah ketika gue harus bertemu orang orang yang memberikan memori begitu banyak dihidup gue lantas kita harus menyadari bahwa waktu itu terus berputar. Tapi sekarang gue memahami itu sebagai batas yang harus gue terima.

Hal yang bisa gue lakuin sekarang hanya berdoa untuk kalian kalian yang sedang mengejar mimpi dan target hidup kalian masing masing. Gue juga akan menyusun kembali puzzle hidup yang lagi gue perjuangin.

Last but not least. Ayo ketemu kalo kalian punya waktu dan gue punya. Im back to catch my dream cause reality hurt me.

2 thoughts on “Fri(end)ship”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *