Percaya atau nggak, menurut gue selalu ada tempat yang memiliki magnet tersendiri untuk mengikat pengunjungnya. Entah secara kasat mata ataupun ngga kasat mata. Ya ampun serem banget dong kalo nggak kasat mata. Semacam ada jin ? hantu ? atau makhluk halus ? nggak, bukan itu yang gue maksud. Hehe

Jadi gini, ada kebiasaan dimana gue duduk depan laptop dan ngecek folder-folder yang bertebaran dan nggak tau kenapa gue selalu membuka folder yang isinya foto-foto perjalanan yang gue simpen. Tetiba dengan klik secara random gue ngeklik folder “Yogyakarta 2015”. Isi fotonya banyak banget mungkin akan gue bagi cerita gue soal Yogyakarta dilain kesempatan.

Gue lumayan sering bolak balik ke Yogyakarta semasa kuliah dulu karena kota Mendoan nggak terlalu jauh dari yogya. Sekitar 3-4 jam. Nggak jarang gue naik motor, bus ataupun kereta. Menurut gue, Yogyakarta merupakan kota yang mempunyai sebuah rasa rindu yang teramat besar dan ia sebarkan rasa itu layaknya bunga delion yang ditiup. Semudah itu. Gue ngga ngerti kenapa bisa kaya gitu. Masalahnya bukan hanya soal tempat wisata maupun pertunjukan budaya yang dapat kita lihat dan ambil dengan kamera sebagai kenang kenangan. Tapi diluar itu, kota ini juga memberikan pemandangan yang bisa dijepret oleh hati. Cieelah. But it seriously.

Gue punya tempat favorit di yogyakarta. Mungkin bila kalian yang membaca ini merupakan orang asli Yogyakarta kalian akan tertawa. Terus apa tempat favorit mu kang ? pantai ? candi ? Gunung ? keraton ?. bukan itu. Hehehe. Jawabannya adalah Jalan. Jalan Malioboro.

Thinktripper - Malioboro, Yogyakarta, Jawa Tengah
Malioboro Street

Thinktripper - Malioboro, Yogyakarta, Jawa Tengah

Thinktripper - Malioboro, Yogyakarta, Jawa Tengah

Ketika gue suruh menjelaskan kenapa bisa Malioboro menjadi tempat favorit jawaban gue hanya satu. Menurut gue, jalan itu kaya punya aura tersendiri. Berkali kali gue ke Yogya. Berkali kali juga gue ke Maliboro. I dont know why, it just a feeling. Gue suka banget jalan kaki disepanjang jalan itu. Bahkan pernah gue bolak balik beberapa kali hanya untuk melihat aktivitas orang orang disana. saat malam tiba, ramai pedagang dari mulai baju, pernak pernik, penjaja makanan sampai tranportasi delman hanya untuk sekedar jalan jalan berkeliling. Gue selalu rindu sama ramainya jalan, senyum dan tawa hangat dari setiap orang yang ada dijalan tersebut sampai serunya berjoget bersama dengan para pemain musik di jalan malioboro. Hehehe.

Thinktripper - Malioboro, Yogyakarta, Jawa Tengah

KentonganThinktripper - Malioboro, Yogyakarta, Jawa Tengah

2013Thinktripper - Malioboro, Yogyakarta, Jawa Tengah

KentonganKetika pagi tiba, gue selalu sempatkan diri mampir ke salah satu pedagang yang menyediakan nasi gudeg, krecek, ayam kampung ditambah teh tawar hangat *lahjadingiler*.  Setelah perut kenyang gue malanjutkan berjalan kaki sampai ke ujung salah satu bangunan bank pemerintah atau berkeliling naik delman sambil melihat kegiatan masyarakat di pagi hari. Hanya aktifitas itu yang gue lakukan tapi tanpa sadar hal itu selalu gue ulang ketika berkunjung ke Yogyakarta.

Thinktripper - Malioboro, Yogyakarta, Jawa Tengah
Pagi di Malioboro
Thinktripper - Malioboro, Yogyakarta, Jawa Tengah
Delman Malioboro
Thinktripper - Malioboro, Yogyakarta, Jawa Tengah
City Walk
Thinktripper - Malioboro, Yogyakarta, Jawa Tengah
Gudeg, pagi pagi
Thinktripper - Malioboro, Yogyakarta, Jawa Tengah
Selfie
Thinktripper - Malioboro, Yogyakarta, Jawa Tengah
Street
Thinktripper - Malioboro, Yogyakarta, Jawa Tengah
Apa liat liat?
Thinktripper - Malioboro, Yogyakarta, Jawa Tengah
Berkuda

Gue selalu percaya bahwa perjalanan terbaik adalah perjalanan yang meninggalkan bekas di hati untuk sebuah pembelajaran hidup yang lebih berarti. Keagungan masyarakat yang menjunjung tinggi budaya dan rasa cinta terhadap tempat mereka tinggal akan memberikan energi yang luar biasa untuk setiap pengunjungnya. Ketika rasa itu sampai, maka ada rasa untuk saling menjaga satu sama lain. sama halnya dengan gue yang selalu rindu sama Yogyakarta, gue engga akan pernah mikir untuk bilang bahwa yogyakarta adalah salah satu tempat penuh cinta. cieelah. biar deh. segitu dulu ah, besok dilanjutin cerita soal Yogyakartanya…

 

PS: Foto diolah dari berbagai tahun 2013-2015

11 thoughts on “Lovely Street Malioboro – Yogyakarta”

  1. Udah pernah ke Malioboro tapi sayang akunya kurang perhatian karena harus ngekorin temen belanja. Nggak sempat makan di angkringan. Next time harus banget jalan-jalan santai dan makan di angkringannya. 😀

  2. Seru juga jalan di Malioboro dan menikmati hari seperti ini ya, Mas. Kadang memang kita jangan terlalu ambisius dalam mengunjungi daerah wisata. Sekali waktu hanya mengamati kehidupan sekitar seperti ini pun sudah lebih banget dari cukup dan bisa menikmati dengan sepenuhnya. Saya kalau ke Yogya biasanya menginap di Dagen, dekat Malioboro, namun belum pernah menikmati Malioboro sedari pagi, haha. Habisnya selalu ke luar Yogya untuk cari tempat wisatanya, hehe. Kalau ke sana lagi saya mau coba deh menikmati juga. Siapa tahu banyak cerita yang bisa saya dapat.

  3. Saya aja yang sudah 12 tahun tinggal di Jogja nggak pernah bosen menyusuri jalan malioboro. Apalagi sekarang sejak dibangun trotoar dan dikasih kursi-kursi buat wisatawan Malioboro jadi terlihat semakin cantik. Nggak kalah dengan trotoar di luar negeri. Nongkrong disini jadi semakin betah 🙂

    1. Halo mba Sash… *abisngintip blognya. hehe

      iya nih terakhir ke jogja tahun 2015. ada rasa rindu banget sih sama jogja. kemungkinan saya akan berkunjung kembali ke jogja dalam waktu dekat ini hehehe semoga dimudahkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *