DSC_0934.jpg

Malang melintang di kehidupan nyata selama 21 tahun tapi belum mengetahui apa yang menjadi passion dari diri sendiri. Sungguh hal ini menjadi tanda tanya besar dalam menentukan tujuan hidup dan mau dibawa kemana diri ini sebenarnya. banyak orang bilang passion itu adalah sesuatu yang dikerjakan terus menerus dan kita tidak pernah merasa bosan akan hal tersebut. Masalahnya saya tipe orang yang ingin mencoba hal baru atau apapun yang membuat saya tertarik. Tetapi, ada satu hal yang menjadi kelemahan dari diri saya yaitu tidak pernah fokus terhadap apa yang menjadi passion saya. Telat? tentu saja telat untuk menyadari kekurangan ini di usia yang terbilang memasuki umur dewasa. Di lain sisi, saya masih terus berjuang untuk mengetahui apa yang menjadipassion saya. Saya coba untuk terus mengingat dan mengorek bakat apa yang saya miliki atau paling tidak saya sudah cukup tahu dan mengerti akan hal tersebut.

Selepas kuliah (baru lulus) saya dihadapkan pada kehidupan nyata yang sangat kompetitif. Kenapa saya bilang seperti itu? Jobseeker. Ya, saya adalah jobseeker dan bersaing sudah biasa menurut saya, hanya saja hal ini agak sedikit berbeda pada saat kita mengenyam bangku pendidikan. Saya jamin, sangat beda dan bila boleh memilih saya lebih ingin untuk berada di bangku kuliah atau bahkan bangku sekolah. Kenapa berkata demikian? karena, walaupun kita terus belajar setidaknya kita hanya fokus kepada beberapa hal saja, tidak semua hal kita pikirkan dalam satu waktu mencari win win solution untuk diri sendiri dan orang lain. Ditengah kesibukan menjadi jobseeker (seriously jobseeker is busy), saya sempat melihat dari youtube tentang kisah orang sukses yang mungkin akan menjadi motivasi saya agar tidak menyerah, sebut saja saya melihat dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh Jack Ma, Steve Jobs, Warren Buffet, Bill Gates, Tim Ferriss, dan mungkin ada beberapa yang lainnya. Meraka memiliki cara yang berbeda beda mengenai pandangan akan sebuah kesuksesan dan jalan yang di tempuh menuju kesana. Namun, ada satu kesamaan dari semuanya yaitu dalam hal (PASSION). Ya, meraka menyarankan untuk menemukan apa yang menjadi passion kita dan disarankan untuk fokus kepada apa yang menjadi passion kita. Ketika kita menjalani sebuah kegiatan atau pekerjaan denganpassion maka kita akan merasa senang dan akan terus giat bekerja sampai target yang ingin kita capai dapat berhasil dan target lainnya terus mengikuti.

Setelah melihat beberapa video tersebut saya merasa saya harus menemukan passion saya. Apa yang menyenangkan untuk saya dan bagaimana saya akan berjalan dengan passion saya baik terpisah atau bersama-sama passion saya harus tetap hidup. Saya terus mencari dan akhirnya saya menemukan beberapa hal dalam perdebatan antara hati, otak dan apa yang sudah saya lewati. Saya berusaha mencari tahu dan berkali-kali bertanya apakah ini passion saya? ataukah hanya ikut-ikutan yang sedang trend saja? tapi, berkali kali hati saya meyakinkan bila ini adalah passion saya berdasarkan pengalaman dan menjalankannya dengan otak saya. Saya memiliki hobi Membaca, Jalan-Jalan, Menulis. Ya, hanya sebatas hobi. Beruntung? belum tentu, saya masih harus mengeksekusi apa yang menjadi passion saya sehingga saya dapat sukses disana.

Kenapa Membaca? ya sejak kecil saya di didik dari keluarga yang sederhana dan ayah saya selalu bilang dan menekankan saya untuk membaca buku, karena bagi beliau dengan membaca jendela ilmu akan terbuka dan terbentang luas, kita juga akan memahami hal hal kecil dan besar yang ada disekitar kita dengan membaca. Mungkin dahulu membaca hanya sekedar membaca buku pelajaran, komik, cerita anak, majalah bobo, dan ketika besaran sedikit mungkin akan membaca novel berbagai genre. Tapi seiring berjalannya waktu saya menyadari bahwa membaca itu bukan hanya sekedar buku, melainkan banyak hal yang lebih luas dan lebih besar cakupannya dari pada sebatas buku.

Kenapa Jalan-Jalan? Meski terdengar biasa saja tetapi bagi saya perjalanan itu tempat banyak mendapat pelajaran dan pengalaman. Pada hakikatnya kita tidak akan diam pada satu tempat dalam hidup ini, walaupun kita diam pada suatu tempat maka itu hanya sementara dan tidak selamanya. Pembentukan karakter, melihat hidup dari sisi yang berbeda, dan bahkan lebih jauh lagi untuk tujuan masa depan yang ingin saya capai. Berdasarkan hal tersebutlah saya menemukan ini sebagai apa yang menjadi passion saya dan saya berhutang banyak untuk menceritakan atau berbagi pengalaman dengan orang lain bertukar pikiran dan yang paling banyak adalah berhutang pada pengembangan dan pembangunan masyarakat. terdengar berlebihan ? tentu tidak. Bila disadari sebagai seorang lulusan perguruan tinggi kita tidak hanya bertanggung jawab pada perusahaan, keluarga atau diri kita sendiri saja tetapi lebih dari itu semua, cobalah untuk berjalan-jalan dan melihat keadaan nyata dilapangan dari sekedar teori belaka.

Kenapa Menulis? Bila ada yang bilang bukannya sudah banyak penulis di dunia ini? atau lebih kecil lagi di Indonesia ? atau lebih kecil lagi di Jakarta? Saya akan menjawab, ya, benar, sangat banyak malah. Tapi apakah salah ? tentu tidak karena perjalanan hidup seseorang dan apa yang diceritakan dalam sebuah catatan perjalanan hidup sangatlah berbeda meskipun sama itu hanya sebagian kecil saja, percayalah. Saya juga tidak tahu mengapa saya menyebut ini sebagai passion saya tapi ada satu hal yang membuat saya yakin dengan hal tersebut. Sejak kecil (SD) saya sudah mempunyai diary terdengar aneh tapi memang anak anak tahun 90-an pasti pernah merasakan hal tersebut karena memang itu sangat ngetrend di jamannya. Masuk SMP saya mulai memasukan diarykedalam kotak kecil untuk disimpan sebagai kenangan, karena internet merubah segalanya. Saya mulai bermain blog tapi dengan tulisan yang aneh dan seadanya hanya untuk corat-coret (tidak pernah serius). Masuk SMA saya mengganti blog saya dengan maksud agar menjadi lebih elegan karena waktu SMP bisa terbilang “Alay” secara penulisan maupun cerita, tapi saya tidak menyesali karena saya memasuki tahap tersebut bersama sama dengan teman-teman yang lain (mencari alibi), tetapi itu tidak berjalan mulus karena saya sibuk dengan masa-masa di SMA banyak perjalanan yang tidak saya tulis dan bahkan saya biarkan saja mengambang dan kadang ada yang terlupakan. Memasuki masa perkuliahan saya tidak memilki banyak waktu untuk menulis perjalanan hidup saya yang (biasa saja menurut orang lain tetapi luar biasa menurut saya) dikarenakan saya sibuk mengikuti kegiatan menulis tetapi lebih bersifat ilmiah, mungkin nanti akan saya bercerita mengenai perjalanan saya tersebut secara bertahap. Menulis membuat saya bebas berekspresi dan menulislah merupakan mimpi yang terus tertunda.

Dalam kegiatan mencari apa yang menjadi passion saya semuanya berdasarkan perenungan yang hebat, dan saya pikir sudah waktunya saya untuk fokus kepada passion saya, terlambat ? tentu tidak, karena lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Saya hanya mencari apa yang menyenangkan dan membuat saya merasa bahagia dan ketiga hal diatas adalah yang paling mewakili untuk kebahagiaan diri saya karena meraka saling berkaitan dan saling mendukung untuk saya. Selamat mencari teman-teman dan saya yakin kalian akan menemukannya. Selamat datang dan selamat berpetualang kembali.

 

Jakarta, 4 Agustus 2015

Salam Hangat,

 

Rifqi Mochtar Latif

 

3 thoughts on “Passion atau Hobi ? yang penting sesuai Hati”

  1. suksess ya..semoga dirimu menemukan apa yang menjadi passion yang sebenar-benarnya… passion saya memasak, jalan-jalan, dan menulis tapi harus berhadapan dengan kenyataan bahwa saya terkendala sama waktu. Sebagian besar waktu tercurah sama kerjaan. Mau resign tapi belum kuat hatinya secara banyak dapat manfaat juga dari kerjaan dan hasilnya bisa buat jalan-jalan. jadi untuk sementara jalani saja semua apa adanya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *